Minggu, 16 Januari 2011

laporan praktikum fiswan 4

Aliran Darah Pada Ekor Kecebong
Laporan praktikum fisiologi hewan

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum fisiologi hewan


Di susun oleh:
Asep subagja


Kelas : 3 B (biologi)


Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) GARUT

Aliran Darah Pada Ekor Kecebong
A. Tujuan : Untuk mengetahui aliran darah pada ekor kecebong

B. Landasan Teori
Sistem transport telah terjadi mulai dari hewan bersel satu sampai hewan bersel banyak. Komponen utama sistem transport pada hewan bersel banyak adalah darah.
Darah adalah cairan kental, empat sampai lima kali lebih kental daripada air, dan karenanya cenderung mengalir lamban daripada air. Darah sedikit lebih berat daripada air, di dalam tubuh suhunya dipertahankan pada 38 C, mempunyai pH antara 7,35-7,45, isotonk pada 0,85% NaCl. Darah merupakan 8% berat total tubuh. Darah terdiri dari 55% plasma dan 45% bentuk elemen. Plasma terdiri dari 91,5% air, dan 8,5% zat terlarut. Zat terlarut utama adalah protein, nutrient, hormone, gas pernapasan, elektrolit, dan limbah. Bentuk elemen dalam darah meliputi eritrosit, leukosit, dan trombosit.
Sistem penggolongan darah ABO dan Rh ditentukan secara genetic dan didasarkan pada respon antigen-antibodi. Pada sistem ABO, aglutinogen A dan B menentukan penggolongan darah. Plasma berisi agglutinin a dan b yang bereaksi dengan aglutinogen yang merupakan benda asing bagi sseorang. Pada sistem Rh, individu mempunyai aglutinogen Rh, yang dinyatakan sebagai Rh dan yang tidak mempubyai dinyatakan sebagai Rh .
Darah (Sanguis)
Terdiri dari dua komponen:
1. Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darh 4 eritrosit, leukosit dan trombosit.
2. Plasma darah adalah cairan darah.
Fungsi Darah
- Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
- Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
- Imunologi (mengandung antibodi tubuh)
- Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)

Macam-macam darah
Eritrosit (Sel Darah Merah).
Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen.
Kadar 1 Hb inilah yang dijadikan patokan dalain menentukan penyakit Anemia.
Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa 4. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).

Lekosit (Sel Darah Putih).
Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 - 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi misalnya radang paru-paru.

Jenis Lekosit
• Granulosit Þ Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula).Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.
•Agranulosit Þ Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit.
• Eosinofil Þ mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing).
• Basofil Þ mengandung granula berwarna biru (Warna Basa). Berfungsi pada reaksi alergi.
• Netrofil Þ (ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen). Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear). Berfungsi sebagai fagosit.
• Limfosit Þ (ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untuk menyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh.
• Monosit Þ merupakan lekosit dengan ukuran paling besar
Trombosit (KEPING DARAH).
Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 - 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor) Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili.
Proses Pembekuan Darah
Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase (Tromboplastin). Prosesnya adalah sebagai berikut;
TROMBOSIT pecah TROMBOPLASTIN ion Ca
PROTROMBIN  TROMBIN Vitamin K
FIBRINOGEN  FIBRIN
Pada masa embrio (janin) sel-sel darah dibuat di dalam Limpa dan Hati (extra medullary haemopoiesis). Setelah embrio sudah cukup usia, fungsi itu diambil alih oleh Sumsum Tulang.


Plasma Darah
Terdiri dari air dan protein darah  Albumin, Globulin dan Fibrinogen. Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah.Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing (Antigen).
Zat antibodi adalah senyawa Gama  Globulin.
Tiap andbodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam.
- Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen  Presipitin.
- Antibodi yang dapat menguraikan antigen  Lisin.
- Antibodi yang dapat menawarkan racun  Antitoksin.
Contohnya adalah sifat golongan darah (Blood Groups). Yang umum adalah penentuan cara ABO (ABO System)  oleh Landsteiner.

Jantung
Terdiri dari tiga lapisan
1. Perikardium (lapisan luar)
2. Miokardium (lapisan tengah/otot jantung)
3. Endokardium (lapisan dalam)

Jantung terdiri dari 4 ruang
1. Atrium Sinister (Serambi Kiri)
2. Atrium Dekster (Serambi Kanan)
3. Ventrikel Sinister (Bilik Kiri)
4. Ventrikel Dekater (Bilik Kanan)
Antara Atrium Sinister (Serambi Kiri) dengan Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) terdapat katup dua daun (Valvula Bicuspidalis), sedangkan antara Atrium Dekster (Serambi Kanan) dengan Ventrikel Dekster (Bilik Kanan) dihubungkan katup tiga daun (Valvula Tricuspidalis). Jantung mendapat makanan (oksigenasi) melalui pembuluh Arteri Koronaria.
Peredaran darah terbagi dua bagian yang bekerja sekaligus yaitu :
1. Peredaran darah Pulmona/Peredaran darah pendek (jantung - paru-paru - jantung).
2. Peredaran darah Sistemik/Peredaran darah panjang (jantung - seluruh tubuh - jantung)
Denyut jatung terbagi dua fase yaitu
1. Fase Sistolik (kontraksi).
2. Fase Diastolik (relaksasi).
Pembuluh Darah
Terdiri dari :
1. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung  Arteri terdiri dari Aorta, Arteri, Arteriol.
2. Pembuluh darah yang menuju jantung  Vena terdiri dari Vena Kava, Vena, Venula.
3. Pembuluh antara arteri dan vena  Kapiler.
peranan Darah
1. Merupakan alat pengangkut bermacam-macam substansi yaitu a) substansi yang mempunyai sangkut paut dengan respirasi yaitu oksigen dan karbondioksida, b) substansi yang mempunyai sangkut paut dengan nutrisi yaitu glukosa, asam amino, asam lemak dan gliserol diangkut dari usus keseluruh jaringan tubuh (c) substansi yang mempunyai sangkut paut dengan ekskresi yaitu zat-zat ampas seperti urea ,asam urat, kreatinin diangkut ke alat-alat ekskresi, (d) substansi yang mempunyai sangkut paut dengan pengaturan yaitu hormone diangku dari sumbernya ke jaringan-jaringan yang memerlukannya.
2. Mengatur keseimbangan cairan antara darah dengan cairan jaringan.
3. Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah.
4. Mencegah pendarahan.
5. Merupakan alat pertahanan tubuh.
6. Mengatur suhu tubuh. Darah mempunyai kemampuan untuk mengatur suhu tubuh, karena air yang terdapat didalam darah memepunyai tiga macam sifat yang sesuai untuk kepentingan tersebut yaitu panas jenis air relatif tinggi.
Arteri .
Arteri adalah pembuluh darah berdinding tebal yang mengangkat darah meninggalkan jantung dalam semua arteri kecuali arteri paru-paruhterdapat darah yang terogsigenasi. Lapisan paling dalam arteri adalah intima atau endothelium. Lapisan tersebut terdiri dari suatu membrane elastic yang dilengkapi oleh selaput tunggal sel-sel epitel pipih. Endothelium tersebut luar biasa mulus, sehingga hanya memberikan resistensi minimal terhadap aliran darah. Kemulusan semacam itu juga penting untuk menghindari inisiasi proses pembekuan darah lapisan tengah arteri disebut tunika media, adalah lapisan yang paling tebal. Tunika media mengandung serabut-serabut otot polos (tak sadar) yang kebanyakan berbentuk sirkular. Selain itu banyak terdapat serabut elastik kuning. Kontraksi fungsional arteri dilakukan oleh tunika media. Lapisan ketiga yang sangat kuat, dan pada dasarnya tidak elastic merupakan bagian terluar arteri. Lapisan itu disebut tunika eksterna, yang terutama tersusun atas jaringan ikat berserabut putih (Fried, 2005).
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
Lapisan terluar arteri disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.
Beberapa jenis pembuluh nadi (arteri) adalah:
a. Arteri pulmonaris, Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.
b. Arteri sistemik, Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.
c. Aorta, Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.
d. Arteriol, Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.
e. Pembuluh kapiler, Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis. (anonim b . 2010).
Vena
Vena mirip dengan arteri dalam hal strukturnya yang terdiri atas tiga lapis, akan tetapi, dinding-dinding vena jauh lebih tipis dan akan kolaps ketika kosong.
Walaupun vena tak memiliki elastisitas seperti yang diniliki arteri, vena dengan mudah terdilasi oleh darah yang bergerak didalamnya. Vena tidak memiliki tekanan pemompaan yang dihasilkan jantung untuk menjaga darah untuk tetap mengalir, sebagai gantinya, vena berrgantung pada serangkaian katup satu jalur yang bekerja bersamaan dengan tekanan yang dihasilkan oleh aktivitas rustin otot-otot rangka yang ada didekat pembuluh. Takanan dari otot-otot disekitar pembuluh menyebabkan darah bergerak, dan katup-katup pada pembuluh memastikan darah bergerak hanya kesatu arah, yaitu menuju jantung (Fried, 2005).
Kapiler merupakan pembuluh yang amat kecil yang hamper keseluruhannya terdiri, yang merupakan tersusun dari epitel squamosa sederhana yang menyelimuti jantung serta pembuluh-pembuluh darah. Pembuluh-pembuluh berdinding tipis ini diameternya hanya cukup untuk lewatnya satu deretan eritrosit. Dindingnya berperan ebagai membrane permeable yang bersifat selektif yang memungkinkan air, oksigen dan nutrient keluar dari darah dan masuk kesel-sel jaringan masuk kedalam jaringan. Serta memungkinkan pula pruduk-pruduk buangan dari sel-sel jaringan masuk kedalam darah. Banyak cairan yang keluar dari kapiler masuk keruang-ruang jaringan kembali lagi melalui dinding kapiler. Sebagaian cairan ada yang tetap tinggal didalam jaringan sebagai cairan jaringan, sedang kelebihannya dalam keadaan normal akan diangkut oleh pembuluh limfa. Didalam jaringan kapiler atau anyaman kapiler yang terletak dianteriol dan venul, terdapat hubungan yang lebih besar yang disebut arteriovenenosa anastosom, shunts, atau thoroughfarechannel. Anastosome ini memungkinkan lebih banyak lagi darah mengalir melalui suatu bagian tertentu, daripada darah yang menuju ke kapiler. Peningkatan aliran darah ini membantu dalam hal ini diperlakukannya suatu perubahan volume darah, seperti dalam hal pelepasan beban panas dari permukaan kulit dan peningkatan kandungan oksigen didalam paru-paru.
Berudu atau kecebong adalah tahap pra-dewasa (larva) dalam daur hidup amfibia. Berudu eksklusif hidup di air dan berespirasi menggunakan insang, seperti ikan. Tahap akuatik (hidup di perairan) inilah yang membuat amfibia memperoleh namanya (amphibia = “hidup [pada tempat] berbeda-beda”).
Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.
Amfibia mempunyai ciri-ciri:
1. Tubuh diselubungi kulit yang berlendir.
2. Merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm).
3. Mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik.
4. Mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan berfungsi untuk melompat dan berenang.
5. Matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membran niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam.
6. Pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam.
7. Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal). (anonim a . 2010).
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar tetapi merembes.
Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis. (anonim c . 2010).
Pembuluh darah kapiler (dari bahasa Latin capillaris) ialah pembuluh darah terkecil di tubuh, berdiameter 5-10 μm, yang menghubungkan arteriola dan venula, dan memungkinkan pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, serta nutrien dan zat kimia sampah antara darah dan jaringan di sekitarnya.
Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan menyempit ke arteriola, dan kemudian masih bercabang lagi menjadi kapiler. Setelah terjadinya perfusi jaringan, kapiler bergabung dan melebar menjadi vena, yang mengembalikan darah ke jantung.
Dinding kapiler adalah endotel selapis tipis sehingga gas dan molekul seperti oksigen, air, protein, dan lemak dapat mengalir melewatinya dengan dipengaruhi oleh gradien osmotik dan hidrostatik. (anonim. 2009).
Berudu atau kecebong adalah tahap pra-dewasa (larva) dalam daur hidup amfibia. Berudu eksklusif hidup di air dan berespirasi menggunakan insang, seperti ikan. Tahap akuatik (hidup di perairan) inilah yang membuat amfibia memperoleh namanya (amphibia = “hidup [pada tempat] berbeda-beda”).
Kebanyakan berudu herbivora, memakan alga dan bagian-bagian tumbuhan. Beberapa spesies merupakan omnivora (pemakan segala). (anonim d . 2010).
Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh.
Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium.
Darah yang miskin oksigen dari berbagai jaringan dan organ-organ tubuh mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan. Darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel, kemudian menuju ke arteri pulmonalis dan masuk ke paru-paru. Di paru-paru, dilepaskan CO2 dan O2 diikat. Dari paru-paru darah mengalir ke vena pulmonalis, kemudian menuju atrium kiri. Peredaran darah yang terjadi ini merupakan peredaran darah kecil. Selanjutnya, dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel. Di dalam ventrikel terjadi pencampuran darah yang mengandung O2 dengan darah yang mengandung CO2, meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dari ventrikel, darah keluar melalui traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri dan ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabang menjadi tiga arteri pokok, yaitu arterior (karotis) mengalirkan darah ke kepala dan ke otak, lengkung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal dan alat dalam tubuh, dan arteri posterior mengalirkan darah ke kulit dan paru-paru.
Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah mengandung air, protein, darah, dan garam-garam mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak memiliki inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga memiliki inti. Selain memiliki sistem peredaran darah, katak juga memilki sistem peredaran limfatik. Sistem peredaran limfatik berperan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah. (Ickey’z 2009)
Arteri adalah pembuluh dangan tekanan terbesar, sehingga memungkinkan untuk menyalurkan darah sampai ke kapiler-kapiler. Kapiler memiliki tekanan paling kecil, dan setelah keluar ke vena tekanannya lebih besar di banding kapiler. Kartolo (1993).
Pembuluh darah terbagi menjadi 3 jenis:
1. Pembuluh darah arteri atau nadi.
Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku.
- Pembuluh arteri yang datang dari bilik sebelah kiri dinamakan aorta yang tugasnya mengangkut oksigen untuk disebar ke seluruh tubuh.
- Pembuluh arteri yang asalnya dari bilik kanan disebut sebagai pembuluh pulmonalis yang betugas membawa darah yang terkontaminasi karbon dioksida dari setiap bagian tubuh menuju ke paru-paru.
2. Pembuluh darah vena atau balik
Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis.
- Pembuluh vena kava anterior adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian atas tubuh.
- Pembuluh vena kava pulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian bawah tubuh.
3. Pembuluh darah kapiler
Pembuluh darah kapiler adalah ujung yang berada di paling akhir dari pembuluh arteri. Jaringan pembuluh darah kapiler membentuk suatu anyaman rumit di mana setiap mili meter dari suatu jaringan memiliki kurang lebih sekitar 2000 kapiler darah. Menurut Kartolo (1993) arteri memiliki tekanan yang besar sehingga memungkinkan darah mengalir hingga kapiler. Pada pengamatan dilakukan, terlihat pembuluh darah yang memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan praktikan menyimpulkan itu adalah arteri. Terlihat juga pembuluh yang terdapat darah mengalir dengan kecepatan rendah (namun tetap lebih cepat dari pada aliran pada pembuluh kapiler), pembuluh tersebut adalah vena yang memiliki tekanan yang lebih kecil dibandingkan arteri. Sedangkan pembuluh kapiler adalah pembuluh kecil yang menghubungkan antara arteri dan vena dan memiliki kecepatan paling rendah.




C. Alat dan Bahan
- Kecebong yang masih hidup
- Mikroskop
- Kapas
- Petridish
- Spatula
- Kaca objek
- Kloroform
D. Cara kerja
1. kecebong ke dalam petridish, kemudian membius kecebong dengan kloroform dengan menggunakan kapas.
2. Mengambil satu ekor kecebong dan di letakkan di atas gelas objek.
3. Mengamati dibawah mikroskop pembuluh-pembulugh darah pada ekor kecebong yang tampak transparan.
4. Memperhatikan jalan darah dalam pembuluh darah tersebut, dan mengamati manakah yang lebih cepat, konstan, dan berubah-ubah.
5. Menggambar sebagian rangkain pembuluh darah yang di amati.
E. Hasil Pengamatan
Berdasarkan praktikum yang kami lakukan maka diperoleh hasil pengamatan sebagai berikut:
Peredaran darah pada kecebong terjadi di jantung, paru-paru, arteri dan vena. Peredaran daran pada arteri terjadi secara cepat, Sedangkan peredaran darah pada vena terjadi secara lambat.
1. Apakah yang menyebabkan terjadinya perbedaan kecepatan aliran pada pembuluh darah?
Jawab;
2. Pada pembuluh manakah kecepatan aliran darah selalu tetap dan pada pembuluh mana yang berubah-ubah?
Jawab: pembuluh pada kecepatan aliran darah yang selalu tetap terjadi di arteri dan pembuluh pada kecepatan aliran yang selalu berubah-ubah terjadi di vena.
3. Adakah pengaruh suhu pada kecepatan jalannya aliran darah, kalau ada bagaimana pengaruhnya?

Gamgar / tabel


F. Pembahasan.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kami lakukan. Bahwa peredaran darah pada kecebong terjadi di jantung, paru-paru, arteri dan vena. Peredaran darah pada arteri terjadi secara cepat, sedangkan pada vena terjadi peredaran darah secara lambat.
Pada katak dan ampibi mempunyai jantung terbalik tiga, dengan dua atria dan satu ventrikel. Ventrikel akamn memompakan darah kedalam sebuah arteri bercabang yang mengarahkan darah melalui dua sirkuit: sirkuit pulmokutaneus dan sirkuit sistematik. Sirkuit pulmokutaneus (pulmocutaneus circuit) mengarah ke jaringan pertukaran gas (dalam paru-paru dan kulit pada katak), dimana darah akan mengambil oksigen sembari mengalir melalui kapiler. Darah yang kaya akan oksigen kembali ke atrium jantung, dan kemudian sebagian besar diantaranya dipompakan kedalam sirkuit sistematik. Sirkuit sistematik (systematic circuit) membawa darah yang kaya oksigen keseluruh organ tubuh dan kemudian mengembalikan darah yang miskin oksigen ke atrium kanan melalui vena. Skema ini yang disebut sirkulasi ganda (double circulation), menjamin aliran menjamin aliram darah yang kuat ke otak, otot, dan organ-organ lain, karena darah itu dipompa untuk kedua kalinya setelah kehilangan tekanan nya dalam hamparan kapiler pada paru-paru atau kulit. Keadaan ini sangat berbeda dari sirkulasi tunggal dalam ikan, dimana darah mengalir secara langsung dari organ respirasi (insang)ke organ lain dengan tekNn yang semakin berkurang dalam pentrikell tunggal pada jantung katak, terdapat percampuran darah kaya oksigen yang telah kembali dari paru-paru dwngan darah yang kurang oksigen yang telah kembali dari bagian tubuh yang lain. Akan tetapi, suatu abungan (ridge) di dalam pentrikel akan mengalihkan sebagian besar dari darah yang kaya oksigen I itu dari atrium kiri kedalam sirkuit sistematik dean sebagian besar darah yang miskin oksigen itu dari atrium kanan kedalam sirkuit pulmokutaneus.
Mempunyai alat transportasi berupa jantung pembuluh. Pada bagian jantung pembuluh terdapat lubang-lubang kecil (ostium) yang mempunyai katup. Pada waktu jantung pembuluh berdenyut ostium tertutup, darah mengalir ke depan melalui aorta.
Peredaran darah belalang hanya mengedarkan sari makanan dan mengambil sisa metabolisme. Sedangkan pengedaran oksigen ke seluruh tubuh dan pengambilan karbon dioksida dilakukan melalui sistem trakea.

Gambar



G. Kesimpulan
Pembuluh yang aliran darahnya paling cepat adalah arteri. Pembuluh yang aliran darahnya lambat adalah vena. Pembuluh yang menghubungkan antara arteri dan vena adalah pembuluh kapiler.
Sistem peredaran darah katak adalah peredaran darah ganda, yaitu darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel.
Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium. Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung.


Daftar Pustaka
http://dsyoghi.wordpress.com/2010/05/11/aliran-darah-kecebong/
http://lena-unindrabio2a.blogspot.com/2010/10/sistem-transportasi-pada- hewan.htmlhttp://www.duniaedukasi.net/2010/05/sistem-transportasi-pada-hewan.htmlhttp://www.scribd.com/doc/30737674/Laporan-Praktikum-Aliran-Darah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar